Jambi — Generasi Baru Indonesia (GenBI) Provinsi Jambi kembali mencatatkan prestasi melalui anggotanya di bidang karya ilmiah dan penelitian. Isma Ramadhani, mahasiswi Program Studi Agroekoteknologi Universitas Jambi angkatan 2023, berhasil menjadi salah satu finalis dalam ajang Jambi SPARK 2026 (Smart Paper and Research Competition). Isma tergabung dalam Tim 3 bersama Clara dan Magdalena yang berhasil melewati tahapan seleksi dan melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya.
Bagi Isma, keberhasilan tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus memberikan motivasi baru untuk terus mengembangkan kemampuan dalam menyusun dan menyampaikan gagasan ilmiah. Menurutnya, proses untuk dapat mencapai tahap finalis tidak hanya membutuhkan ide yang menarik, tetapi juga ketekunan, komunikasi, dan kerja sama yang baik antaranggota tim.
“Waktu pertama kali mengetahui tim kami lolos dan masuk ke babak selanjutnya, saya merasa sangat senang. Ada rasa bangga karena apa yang kami kerjakan bersama akhirnya bisa membawa Tim 3 sampai ke tahap berikutnya. Dari situ saya merasa semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bersama tim,” ujar Isma.
Dalam proses mengikuti Jambi SPARK 2026, Isma mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya adalah keterbatasan waktu dan kondisi karena pada saat yang sama ia sedang menjalani kegiatan magang. Situasi tersebut membuatnya harus membagi fokus antara tanggung jawab magang dengan berbagai kebutuhan dalam penyusunan karya ilmiah.
“Tantangan yang saya hadapi terutama adalah keterbatasan waktu karena saat itu saya sedang magang. Jadi saya harus membagi waktu dan menyesuaikan kegiatan yang ada. Tetapi karena kami bekerja sebagai tim, hal tersebut bisa lebih mudah diatasi,” jelasnya.
Menurut Isma, kerja sama menjadi bagian penting dalam perjalanan Tim 3 selama mengikuti kompetisi. Setiap anggota berusaha mengambil peran sesuai dengan kemampuan masing-masing, mulai dari penyusunan data, pembahasan isi karya, hingga memastikan gagasan yang disampaikan tetap menarik dan dapat dipahami dengan baik.

“Kami saling membantu dalam menyelesaikan bagian masing-masing. Data dan isi karya juga kami diskusikan bersama supaya hasil akhirnya lebih menarik dan lebih baik. Walaupun masing-masing punya kesibukan, kami tetap berusaha menjaga komunikasi dan menyelesaikan pekerjaan bersama,” ungkap Isma.
Bagi Isma, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan yang dihadapi selama proses kompetisi tidak selalu menjadi penghambat untuk mencapai suatu target. Justru, kondisi tersebut membuat dirinya belajar untuk lebih mampu mengatur waktu, berkomunikasi dengan anggota tim, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan.
Ia juga menilai bahwa menjadi finalis bukan sekadar tentang memperoleh posisi dalam kompetisi, melainkan tentang pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan akademik dan kompetisi lainnya di masa mendatang.
“Dari pengalaman ini saya belajar bahwa ketika kita mempunyai keterbatasan, kita tetap harus berusaha mencari cara untuk menyelesaikannya. Kerja sama tim sangat membantu karena kita tidak menghadapi semuanya sendirian,” tuturnya.

Selain memberikan pengalaman dalam bidang karya ilmiah, keikutsertaan dalam Jambi SPARK juga menjadi ruang bagi Isma untuk belajar dari proses kompetisi itu sendiri. Ia menyadari bahwa setiap tahap memberikan pengalaman yang berbeda dan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas diri maupun karya pada kesempatan berikutnya.
“Kalau dalam suatu hal kita kalah atau belum mendapatkan hasil yang kita inginkan, menurut saya itu bukan berarti kita gagal sepenuhnya. Justru itu bisa menjadi pembelajaran supaya ke depannya kita bisa memperbaiki kekurangan dan berusaha untuk menang. Yang penting adalah bagaimana kita mengambil pelajaran dari proses tersebut,” ujarnya.
Pengalaman Isma Ramadhani bersama Tim 3 dalam Jambi SPARK 2026 menjadi salah satu perjalanan akademik yang memperkuat kemampuan kolaborasi, manajemen waktu, serta penyusunan gagasan ilmiah. Di tengah kesibukan masing-masing anggota, kerja sama dan komunikasi menjadi kunci dalam menyelesaikan karya hingga berhasil mencapai tahap finalis.
Capaian tersebut turut mencerminkan semangat anggota GenBI Provinsi Jambi untuk terus mengembangkan kapasitas akademik, berani mengikuti kompetisi, serta menjadikan pengalaman dalam setiap proses sebagai bagian dari pembelajaran dan pengembangan diri.
Pewarta: Yulia Syahira
Editor: Muhammad Irvansyah

Komentar
Diskusi pembaca